Rasionalitas Al - Quran




Rasionalitas Al – Qur’an

Tiada sikap yang lebih baik dan mulia sebagai hamba Allah swt yang bertauhid cepat atau lambat pasti berjumpa dengannya kecuali langkah taqwa menyertai kita, dimanapun kapanpun dan insyaAllah dalam kondisi bagaimanapun.

sholawat dan salam sejahtera senantiasa kita limpahkan bagi hamba pilihan allah, rosullahisallahualaihiwasalam.. yang berhasil mendobrak dinding pemisah, antara bangsa barat dan bangsa timur, bangsa arab dan bangsa azam, antara kulit hitam dan kulit putih, islam adalah agama yang tidak terikat oleh teritorial, geografis. 

Islam adalah agama yang tidak terikat oleh suku, bangsa, etnis, rasis, nasionalisme. Islam adalah agama yang tidak terikat oleh ideolagi apapun apalagi ideologi matrealistis, atau ideologi kepentingan. 

Bahkan islam agama yang tidak terikat sekedar darah keturunan. Yang mengikat islam hanya ALLAH SWT, dan ROSULnya.

Maka yang paling mulia diantara hamba-hamba ALLAH bukan siapa yang bicara atau yang mendengar bukan siapa yang tua atau yang muda. Tetapi siapa diantara kita yang paling pandai, paling pinter, paling tekun mendekatkan diri kepadanya.

Sesunguhnya yang paling mulia diantara hamba-hambaku adalah siapa diantara mereka paling bertaqwa. Taqwa adalah penilaian yang paling obyektif.

Rosullahualaihiwasalam bersabda :
Yang paling cerdas, yang paling pinter, yang paling mulia diantara umatku adalah siapa diantara mereka yang paling banyak ingat mati dan mempersiapkan hidup setelah mati.


Saudara saudariku yang kucintai, tema dalam muzakaroh kita kali ini, Rasionalitas Al-Quran sebagai mukjizat.



Prof. Bernerd berkata :

Semakin maju zaman, semakin tinggi tingkat peradaban dan kebudayaan umat manusia. Semakin luas otoritas intelektual manusia lambat laun tapi pasti dengan pasti pula, manusia berlomba-lomba meninggalkan agamanya masing-masing.



Ada 2 faktor yang melatarbelakangi fenomena yang sangat agresif ini.


1. Mereka menggangap bahwa agama sudah tidak sangup menjawab kebutuhan umat manusia dan tidak lagi sesuai dengan zaman. Akibatnya mereka mencari solusi alternatif lain yang dapat menjawab problemanya sehingga sengaja tidak sengaja, sadar tidak sadar lahirlah agama baru, atau memang mereka melahirkan agama baru itu. Matrealisme, sukuralisme, hedonisme dalam text bahasa nabi “Cinta dunia yang serba-serbi berlebihan”. Akibatnya mereka takut mati.

Sisi lain, mereka menjadikan agama hanyalah mitos-mitos lama, cerita-cerita sakral. Kalaupun yang dihidupkan dari agama yang hidup adalah ritual rutinitas bukan ritual yang berkualitas. Boleh jadi Allahuakbar diatas hamparan sajadah, Allahuakbar di Musollah, Allahuakbar di Masjid, tetapi dikantor, dihotel, dilapangan nafsu akbar. Dimulutnya bertasbih, bertahmid, bertahlil, bersholawat. Tetapi dari mulunya inilah ia berbohong, menipu, ghibah, fitnah.

Lagi sholat ia tutup auratnya sopan, rapi, mulia. Sehingga mudah dikenal oleh para penghuni langit dan bumi. Dan ALLAH mengabadikan dalam surat al-Ahzhab :
Mereka mudah dikenal sebagai wanita mukminalah dan tidak mudah diganggu. Tapi seribu kali sayang, walaupun berikrar dalam sholatnya, tunduk, patuh, taat pada perintah allah. Seusai sholat pakaian sopan, santun, mulia itu kembali di tanggalkan diganti pakaian serba-serbi transparant.




2. Mereka menyatakan "My Brain is My God "

Otakku adalah tuhanku” dengan kemampuan Otak olah otak, melahirkan ilmu pengetahuan Sains. Dari sains melahirkan teknologi, dengan teknologi segala urusan manusia akan dapat dicapai dengan segala kemudahan. Maka saat itu manusia tidak lagi membutuhkan agama, bahkan titik kulminasinya mereka menggangap “Bukanlah Tuhan yang menciptakan manusia, tetapi manusialah yang meng ada-adakan Tuhan alias manusia yang menciptakan tuhan”. 

Dengan alibi yang sangat nakal ia bertanya : “Kalau memang tuhan itu ada, lalu dimana adanya.? Kalau memang tuhan itu ada, kapan adanya.?” Telor ayamkah dulu atau ayam duluu.. “kalau memang tuhan itu ada bagaimana wujudnya” maka tidak mustahil, ada agama yang mewujudkan tuhan dalam wujud benda-benda, hewan, manusia. Heehh... sangat unikkan, Tuhan dipersonifikasikan dalam bentuk manusia.

Baik, kalau memang alam raya ini ciptaan Tuhan, dan itu menjadi alasan semua agama, lalu siapa yang menciptakan TUHAN.? 
Pertanyaan-pertanyaan yang amat sangat nakal ini, kita akan jawab dalam muzakaroh kita ini.


Saudara-Saudariku yang kucintai dari 2 pernyataan ini melahirkan 2 pertanyaan.


1. Apakan semua agama, tidak sanggup menjawab kebutuhan umat manusia dan tidak lagi sesuai dengan zaman.? 

Sebagaimana karma’ berkata “Semua agama adalah candu, padahal tesis karma’, hanya pada satu agama, dari kegagalan agama grejani kala itu.” Masih ingat tirani intelektual gerjano capernicosgalileo, adalah tumbal dari tirani intelektual itu. Kaum grejani kala itu beranggapan bumi sentris pada hasil penelitian, ternyata matahari sentris. Ambi valensi antara faham grejani dengan para ilmuwan ini tetapi grejani kala itu berkuasa. Mereka pun dihukum bahkan dieksekusi dengan cara dibakar hidup-hidup.

Kemudian tirani ekonomi, dimana jum’aat diharuskan membayar sebagian hartanya untuk kepentingan tuhan bapak diatas sana. Tetapi malah digunakan untuk kepentingan pribadi kaum grejani. Kemudian, yang paling menyakitkan adalah tirani kepercayaan dengan dogma lisensi, pengampunan dosa oleh paus. 

Kayak apapun dosa manusia akan dapat diampuni asal mampu membayar atas nama ulam bin ulam bahwa dosa-dosanya diampuni, masa lalu, masa kini, dan masa akan datang. Dan akan duduk berdampingan dengan tuhan bapak disana. 

Justru doktrin yang terakhir inilah menjadi pangkal haloganisme kebrutalan semakin berani orang melakukan perlanggaran-pelanggaran agama toh nanti diampuni oleh tuhan. 

Semakin berani orang merampok toh tinggal dibayar. Semakin berani orang korupsi toh akan beres dengan duit. Yang baik menjadi jahat, yang jahat semakin menjadi-jadi jahatnya.

 Karma’ kecewa lalu menarik kesimpulan dengan emosional “Agama tak ubahnya seperti tirani, penjara kehidupan.” Lalu dengan terngopoh-ngopoh menyatakan “Semua agama adalah Candu.”

Baik, kalau karma’ mengatakan Semua agama adalah Candu , berarti karma’ berkata “semua berkaki empat adalah kerbau, padahal tidak hanya kerbau yang berkaki empat, anjing kucing pun berkaki empat.”

Berarti pasti ada satu kebenaran mutlak, diantara kebenaran misbi yang mana justru ini yang akan kita bahas dalam muzakaroh ini.

2. Manusia yang bagaimana yang pantas beragama, apakah manusia kalau sudah cerdas, tidak lagi membutuhkan agama dalam arti yang lain agama hanya milik orang-orang bodoh, orang-orang terbelakang lalu kesan agama adalah kesan keterbelakangan kesan kampungan.

Saudara saudariku yang kucintai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini diperlukan pengkajian secara objektif bukan subjektif, rasional bukan emosional, bahasan otak bukan hati, mengapa.? Jika pengkajian berdasarkan subjektif, emosional, atau hati maka hasilnya adalah misbi, relatif dan semu alias (kebenaran yang terbatas). 

Semua agama benar menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing adalah BENAR. Tidak salah, karena menurut kepercayaanya masing-masing hasilnya relatif, tetapi kalau dikaji secara rasional objektif tidak mungkin semua agama benar, pasti ada kebenaran mutlak diantara kebenaran misbi, pasti ada kebenaran objektif umum diantara kebenaran subjektif yang terbatas.

Baik kita mulai pengkajian objektifitas ini dengan mencari jawaban syarat-syarat tuhan jika tuhanya benar, maka agamanya benar.


1. Teori Relatifitas

Ensteins, terbatas oleh 4 dimensi ruang, waktu, daya, dan guna. Selama terbatas oleh 4 dimensi ini maka selama itu disebut alam raya berarti syarat tuhan yang pertama mutlak tidak terbatas dan relatifitas inilah menjawab pertanyaan-pertanyaan nakal tadi dimana, kapan ,bagaimana siapa yang menciptakan tuhan.? 

Kalau ada yang bertanya dimana? Berarti terbatas oleh dimensi tempat dan itu bagian dari alam. Tuhan tidak terbatas dimensi tempat. Kapan? Itu terbatas dimensi waktu. 

Bagaimana? Terbatas dimensi wujud dan guna. Lalu siapa yang menciptakan tuhan, teori ini mengajarkan jawabanya adalah tuhan. Yang menciptakan tuhan, TUHAN. Yang menciptakan tuhan, TUHAN. Yang menciptakan tuhan, TUHAN. Yang menciptakan tuhan, TUHAN. Asal jawabanya tuhan pasti berhenti pada kata TUHAN, atau dihentikan oleh TUHAN. 

Berarti teori relatifitas Menyatakan tuhan mutlak tidak terbatas, hanya alamlah yang terbatas.


2. Teori non Otomatis

Bahwa dimuka bumi ini tidak ada yang otomatis, atau terjadi dengan sendirinya “binsalabim abracadabra live magic show, david coverfill”. Dibalik wayang pasti ada dalang, dibalik film pasti ada sutradara, dibalik permainan pasti ada pemain, dibalik ciptaan pasti ada pencipta. Maka mungkinkah rotasi evolusi alam yang menakjubkan para kosmolog sehingga melahirkan ilmu pasti ruang angkasa kosmologi, itu terjadi dengan sendirinya. 

Maka teori non Otomatis ini menjelaskan “bahwa adanya pencipta alam raya ini.” Berarti tuhan sebagai pencipta, maka dengan mudah teori non otomatis ini menggugurkan teori athens yang menyatakan “Tuhan itu tidak ada”. sebenarya ia sudah bertuhan – bertuhan akalnya tatkala dia menyatakan tuhan tidak ada itulah yang menjadi tuhan nya .


3. Teori Demos

Atau paling , tertinggi , paling tinggi , kuasa , paling kuasa , terkuasa , mulia , paling mulia termulia . hanya satu, the one comeback satu dalam artian tuhan , tuhan itu hanya satu tidak dua tidak tiga, apalagi multi tuhan. Kemudian satu dalam artian kebenaran . yang benar itu hanyalah satu, semuanya salah. 

pasti ada satu kebenaran objecktif diantara kebenaran subyektif . pasti ada emas diantara timah tembaga dan besi. pasti ada mutiara di sela - sela lumpur , pasti ada tuhan diantara tuhan - tuhan. pasti ada agama diantara agama - agama. 


4. Teori Supernatur Power

Adanya kekuatan dahsyat , dibalik natur. kekuatan meta fisik yang luar biasa. contoh yang sederhana adalah RUH , yang ada pada tubuh kita. dan RUH adalah biangnya hidup justru jasad ini biangnya mati. mayit bemata bertelingga berkaki , tapi tidak dapat berbuat apa - apa. 

karena RUH nya sudah tidak ada. Berarti RUH adalah biang nya Hidup. dan sampai detik ini tidak seorang profesor pun apalagi yang awam berhasil mendeteksi bentuk dan wadah RUH. 

Saudara - Saudari ku yang kucintai, dari 4 Teori ini , Silahkan cari kitab yang dianggap suci oleh umatnya . jika kitab itu mengandung 4 Teori ini. maka kitab suci itu benar - benar suci. 

Baik, mungkin kita akan kehabisan waktu, untuk mencari kitab - kitab suci jangankan kitab suci yang lain, kitab suci sendiri saja jarang kita sentuh. kalau ndak percaya ya silahkan saja datang ke rumah setiap orang islam. 

ketok pintunya, ucapkan salam kemudian mintalah al quran yang berarti rumah orang islam itu. pegang setelah diberikan ucapkan terima kasih, angkat telunjuk tangan tuan - tuan hampir dapat dipastikan telunjuk tangan tuan - tuan akan berdebug. Why ?? karena mereka jarang menyentuh alquran apalagi membacanya. apalagi mengamalkan nya. 

bukankah amalan itu lahir dari faham , bukankah amalan itu lahir dari penghayatan. penghayatan itu lahir dari faham. faham itu lahir dari membaca. dan membaca itu lahir dari menyentuh. Saudari - saudari ku yang kucintai. 

Profesor Alerd, seorang ahli sokritis bangsa Rusia. beliau mencari kebenaran melalui 12 agama, beliau masuk ke agama satu pindah ke agama yang lain. dan akhirnya dia berhenti pada agama yang ke 12. agama yang ke 12 adalah agama islam. mungkin tuan tuan bertanya mengapa beliau memilih islam sebagai agama yang ke 12 ?? karena beliau paling benci dengan islam, justru karna kebencian yang sangat luar biasa itulah membuat beliau jatuh cinta dengan islam. 

karena itu ada the Qiu mengatakan "janganlah kau benci sesuatu dengan amat sangat benci, suatu saat kau akan mencintainya. atau sebaliknya, janganlah kau mencintai sesuatu dengan amat cinta, suatu saat kau akan membencinya". Baik, kita buktikan bahwa 4 Teori tadi, terjawab dalam Al-Quran .


Yang pertama, Teori Realitifitas

Bahwa tuhan itu mutlak, alam raya ini terbatas. Allah jawab dalam surah yang pendek, padat tapi mengandung bobot tauhid yang luar biasa. 

Surah Al-ikhlas alias surah Qulhu...mungkin diberi nama Al-ikhlas karena kita paling ikhlas membacanya, bahkan kalau kita menjadi makmum rela menjadi makmum, kalau imamnya membaca Al-ikhlas :), baik bukan itu hikmah Al-ikhlas, Al-ikhlas itu erat kaitannya dengan Laa iqraaha fiidin tidak dipaksa untuk masuk agama Allah agar ia ikhlas memeluk agama Allah, dalam pelaksanaan-pelaksanaan agama Allah penuh dengan keikhlasan-leikhlasan.

Baik, dibalik pendeknya surah Al-ikhlas ini ternyata mengandung bobot tauhid yang luar biasa. Kita buktikan teori realitifitas dijawab oleh Allah "Lam Yalid Wa Lam Yulad, Wa Yakullahu Kuffwan Ahad" tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak satu makhlukpun yang menyerupai-NYA. 

Mukholatawatulil Hawadits, tidak ada satu makhlukpun yang menyerupai-NYA dan ini juga Allah jawab dalam surah Ar-Rahmaan ayat 25 dan 26, Kullu Man 'alaiha Fan Wa yabqo wajhu robbika dzuljalali walikram, semuanya fana kecuali Allah pengatur alam semesta ini yang Baqa', kekal. Berarti manusia itu terbatas, alam itu terbatas hanya Allah yang mutlak. 

Allah ada sebelum kata ada itu ada, dan Allah tetap ada sekalipun kata ada itu sudah tidak ada, adanya Allah karena ketiadaan makhluk-NYA. 

Kalau soal pertanyaan dimana, kapan, bagaiman, siapa yang menciptakan tuhan? Ooww, Fir'aun saja pernah naik diatas menara yang tinggi atas ide arsitek Baal'an. Diatas menara tinggi itu Fir'aun berteriak dengan lantang dan ini Allah abadikan dalam surah Al-baqarah ayat 55, Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang". 

Mata adalah instrumen yang terbatas, sesuatu yang terbatas maka hasilnya pun terbatas. Nda' usah sombong mata melihat apa yang dilihat, melihat mata itu sendiri mata tidak pernah sanggup. Berarti teori yang pertama sudah terjawab dalam surah Al-ikhlas.



Yang kedua, Teori Non Automatic : Bahwa dimuka bumi ini tidak ada yang otomatis, masih ingat saudaraku cerita nabi Ibrahim alaihisalam yang mencari tuhan sehingga beliau terkenal sebagai Khalillullah, kekasih Allah. Karena tauhidnya yang amat sangat luar biasa, ini Allah abadikan dalam surah Al-An'aam ayat 75 sampai 79,75. 

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. 76. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam." 77. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku." Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat." 78. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar." 

Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. 79. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. 

Allah menjawab dalam doa iftitah : Inniwajjah tu ......Nabi Ibrahim, Wajahkan wajahmu kepada AKU, AKUlah pencipta langit dan bumi. 




Yang ketiga, Teori The Mos : Bahwa tuhan itu hanya satu ini Allah jawab lagi-lagi dalam surah Al-ikhlas, agar mengakui tuhan yang satu itu benar-benar ikhlas. "Qulhuwallahu Ahad, katakan Allah itu Ahad". Dan makna ahad berbeda dengan satu, mengapa? sebab satu itu berbilang,  berjumlah, berkali, berbagi. 2:2=1, 2-1=1, 1x1=1. Sementara Allah tidak berbilang, tidak berjumlah, tidak berkali, tidak berbagi. Ahad adalah Esa, Tunggal. Ahad, Allah Ahad. 

Kemudian satu dalam artian kebenaran, yang benar hanya satu, semuanya salah inipun Allah jawab dalam surah Al-fattah ayat 28. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi". 

Inilah yang dikatakan professor Lord, Jika kamu berfikir sungguh-sungguh, niscaya ilmumu akan memaksa dirimu untuk mencari tuhan. Iqra' baca, iqra' teliti, iqra' observasi, iqra' amati engkau akan menemukan Robb yang menciptakanmu. Siapa yang tau dirinya, dia akan tau tuhannya.
Kemudian ...... 



Yang Empat, Teori Supra Natur Power : yang kaitannya dengan Ruh. Allahu Akbar, Allah menjawabnya dalam surah Al-Israa' ayat 85. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.

Berarti secerdas-cerdasnya manusia ilmunya amat sangat sedikit, betapa sedikitnya ilmu manusia dan itulah Allah menyatakan, hai manusia kau bertanya soal Ruh, Ruh itu urusanKU.  kau tidak akan pernah tau bentuk warna ruh sebagaimana kau tidak pernah tau bagaimana kau mati, yang pasti, kamu pasti mati. 

Subhanallah, ternyata empat teori ini dijawab oleh Al-qur'anul Karim berarti Al-qur'an adalah ajaran, keyakinan yang sangat objektif dapat diterima oleh akal yang sehat karena terbukti melalui pengkajian-pengkajian teori objektifitas. 

Berarti mereka yang melaksanakan Al-qur'an adalah mereka-mereka yang cerdas dan pintar, mereka yang bangun ditengah malam adalah orang yang cerdas, mereka yang berinfaq karena mengamalkan Al-qur'an adalah orang yang cerdas, mereka yang melaksanakan ibadah haji saat ia mampu adalah orang yang cerdas. 

Berarti semakin maju zaman, semakin terjawab bukti-bukti kebenaran Al-qur'an. Al-qur'an tidak pernah ketinggalan zaman, bahkan Al-qur'an menjaga zaman. Maka jika kita meninggalkan Al-qur'an berarti kita menjadi manusia-manusia yang tertinggal alias manusia-manusia terbelakang.

Nah, saudaraku pegang teguh kitab suci Al-qur'an, sentuhlah, bacalah, pahami, hayati, amalkan. Belajar kemudian ajarkanlah Al-qur'an.

Semoga posting ini ada manfaatnya. Insya Allah

0 comments: